Beranda » Culture » Mengenal Tradisi Watangan Matah dari Bali

Kaburkebali – Apa itu Watangan Matah? ‘Mayat’ yang ada di pementasan Calonarang di Bali.┬áTIdak akan ada habisnya apabila kita membicarakan mengenai seni dan budaya Bali. Salah satu kesenian dan budaya Bali yang terkenal adalah pementasan Calonarang dengan tradisi “watangan matah”.

Dikutip dari laman Instagram @calonarangtaksu, berikut ini merupakan penjelasan mengenai Watangan Matah.

Makna Watangan Matah

Dalam sebuah pementasan Calonarang biasanya akan ada orang yang berpesan sebagai Watangan Matah atau mayat yang menggambarkan korban dari ilmu Leak. Seorang yang berperan sebagai mayat akan dibuat seperti meninggal, dimandikan dan diupacarai di atas panggung. Menurut Dr Komang Indra Wirawan S.Sn.M.Fil.H, pada zaman dahulu watangan bukanlah salah satu bagian dari pemain utama dalam Calonarang.

Saat itu memang diakui bahwa masyarakat kurang hiburan sehingga penari hanya membawa bayi atau watangan dari boneka. Berdasarkan perkembangan zaman dan kreativitas seniman, maka di realisasikanlah peran pembantu dalam pementasan ini yaitu orang yang berperan sebagai watangan matah. Menurutnya, saat ini terdapat stigma di masyarakat jika tanpa watangan maka Calonarang terasa ada yang kurang.

Makna Watangan Dalam Calonarang

Pementasan Calonarang, foto via Wikipedia

Ia mengartikan watangan sebagai salah satu dari konsep “Diksa”, media pembersihan untuk menjadikan seseorang yang menjadi watangan menjadi lebih baik. Layaknya prosesi Seda Raga dalam mediksha, lebih lanjut ia juga mengatakan diksa dalam tatanan calonarang tiada lain memproses dirinya dari “jelema mendai manusa, manusa menjadi suputra”.

Disatu sisi untuk memperkuat keyakinan kepada Ida Sesuhunan di sisi lain untuk memberikan keharmonisan kepada masyarakat. Bagaimana mengenai siapasaja yang boleh atau dapat menjadi watangan? Dr Komang Indra Wirawan S.Sn.M.Fil.H yang merupakan Ketua Yayasan Gases Bali bercerita jika orang yang menjadi watangan harus memiliki legalitas di masyarakat.

Tidak hanya sekadar tidur, orang yang menjalani prosesi watangan juga harus memiliki kesiapan jasmani, rohani dan juga kebersihan diri. Selain itu watangan memiliki konsep pasrah dan berserah diri kepada Ida Sesuhunan. Apabila hal-hal penting tadi tidak diperhatikan, maka bisa mencelakai orang yang menjadi watangan seperti mengalami musibah atau bahkan tidak berumur panjang.*

 

 

Share Button

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.